bukit joglo negri di atas awan

pagi menjelang, tapi langit masih sedikit petang. kala itu minggu bertengger sebagai hari. dengan pikiran yang masih brundel gara-gara seminggu ujian semester yang hampir semuanya sukses terjamin dapat nilai jelek, aku memandang ke timur. rumah kakak berdiri kokoh di sana. seketika bibir menyungging senyum,,,, "saatnya refresing" ujarku lirih.




secepat kilat, layaknya pakai pintu kemana sajanya doraemon, aku sudah berada di kamar nana si olo otok. dia yang hobinya molor kugeret paksa lengannya. "Ayo dolan,,, bludrek je,,," ajakku. dengan segala bujug rayu menganggu,,, akhirnya berhasil juga usahaku membangunkannya. and akhirnya berangkatlah kita.



tanpa arah, tanpa tujuan, begitu selalu.
naik sepeda motor muter-muter wonogiri tak tau harus berlabuh kemana. tapi untung saja, sepupuku itu dapat bisikan gaib "bukit joglo" ujarnya tiba-tiba. wah,,, benar-benar ide brilian. maka berangkatlah kita ke sana.

sekitar jam 6 an,,, mulailah kita,,, mendaki gunung lewati hutan,,,
jalan menanjak nanjak tinggi sekali,,, berputar-putar bertemu tikungan tajam,,,  mengerikan. memandang ke bawah langsung piktor,,,, pikiran kotor,,, bagaimana coba kalau nih motor gak kuat nyampai puncak, ngadat di tengah trus tergelincir turun,,, hihhhh.

tapi alahamdulillah,,, piktor ku tak bersambut,,, bahkan si piktor malah terabaikan lantaran sebuah imaji indah dari pemandangan nyata tersaji begitu sempurna.



kabut,,,
sengajakah engakau mewakili pikiranku,,,
wekekekek,,, malah nyanyi,,,

kabut putih menaungi perjalanan kami,,, begitu indah. kabut putih menyatu dengan langit, menyipitkan jalan dan deretan hutan yang terbentang. benar-benar laksana negri di atas awan. deretan rumah penduduk di sekitarnya seolah membuatku merasa di negri langit. di langit ada desa. tuing... tuing... nglantur mulai^^. dan betapakah bahagianya para penduduk langit ini jika tiap hari disuguhi pemandangan semenakjubkan ini.

"Heh,,, pernah terpikir gak, gimana caranya jalan ini bisa di aspal?" tanyaku pada Nana. dia malah ngekek. hahahaha,,, ya, pasti dia juga membayangkan hal sama denganku. membayangkan mobil pengaspal segede buldosser mendaki jalanan ini. bukannya bakal ngglundung yak??? tapi namanya juga negri atas awan,,, banyak keajaiban. mungkin tinggal sim salabim kali :D

sambil ngeden sampai kebablasen,,, sepupuku itu ngegas,,, ngegas alam, dan ngegas motor saat hampir mencapai puncak. hehehe. dan akirnya tibalah kita di tanah yang agak landai. sepeda terparkir. kita lanjut dengan mengukir tanah,,, jalan mkasudnya:D/

bukit joglo ini merupakan tempat dimana dipakai sebagai landasan pacu gantole,,, n paralayang. biasanya sih,,, pemandangan layang-layang orang ini bisa kita lihat di saat libur ramadhan.

dari atas bukit joglo kita bisa melihat karikatur wonogiri, meski tak bisa full viewer, karna emang wonogiri tuh luas. tapi di sini kita bisa mengerti dan mengiyakan betapa tepatnya nama wonogiri untuk wonogiri. wonogiri, wono itu alas, dan giri itu gunung. bentangan pegunungan terlihat melingkar ditemani pohon-pohon lebat menjulang tinggi. pokoknya nice sangat.

luasnya waduk gajah mungkur juga terlihat dari sini. perpaduan kabut, langit, gunung, hutan, sawah, benar-benar kanvas indah tuhan,,, subhanallah... Dialah pelukis hebat yang pernah ada.




dan eh,,, inilah foto ku di bukit joglo yang jadi fotoku yang mejeng sebagai poto penulis di buku kumcer anak kos gokil



ngliat foto sepupuku yang ini,,, jadi ngebuatku berpikir,,, ternyata gue bakat juga jadi potograper. wekekekek








gue bangga ma desa gue,,, hahahahaha,,,,
semoga,,, wonogiri makin maju dan makin tergali potensinya

You Might Also Like

0 comments

Semoga yang tersaji, bisa bermakna.

Kalau kamu suka dengan artikel ini, jangan lupa share & like fanspage gubug kecil sang entung di facebook

Terima Kasih :)