Fubuki Aida Blog

  • Home
  • Cerita
  • _Kuliner
  • _Traveling
  • _Hotel
  • _Info
  • About
  • Disclaimer
Sederhana dari luar, namun ternyata, menyimpan kecantikan di dalam. Itulah sepenggal kalimat yang saya pikirkan kala kaki melangkah ke luar kamar, lantas berjalan menyusur area samping kolam Hotel d’season Jepara.



dseason premiere hotel jepara


Jika hanya melihat hotel ini dari luar, mungkin saya tak akan mengira, jika ternyata Hotel d’Season Premiere merupakaan sebuah resort yang dilengkapi dengan kolam renang, serta private beach. Tampilan luarnya begitu sederhana, hanya terlihat sebagai penginapan biasa bertingkat dua. Kemewahan baru terasa saat memasuki kamar, dan semakin terasa kala melintas di samping kolam lalu membuang pandang ke arah laut.



Penampakan suasana Hotel Dseason dari salah satu kamar

Pasir putih terlihat diujung sesudah kolam, diapit rerumputan yang tertata rapi di kiri kanannya. Di atas rerumputan hijau itu, pohon-pohon kelapa terlihat cantik. Berdiri dengan jajaran berurutan. Di ujung pantai, ombak terlihat nyaris tak pernah bergulung, memberi hawa tenang khas lautan Jepara. Ketenangan perairan yang berbeda jauh dengan laut kidul.

d'Season hotel dilengkapi dengan tempat-tempat berjemur menghadap laut, serta sebuah ayunan untuk tamu bersantai. Tempat ini, sungguh cocok bagi orang-orang yang hendak mencari damai saat liburan.



Dua kali saya berkesempatan menginap di Dseason Premiere dalam rangka acara yang berbeda. Walau begitu, dari kesemua-semuanya, saya memiliki kesimpulan yang sama: cukup puas menginap di d'Season Hotel. Pelayannannya yang ramah, ditunjang fasilitas kamar yang ciamik, terutama kamar saya, yang di kunjungan pertama adalah kamar yang menghadap laut, adalah alasan saya berpendapat demikian. 





Melakukan tur hotel di Dseason Premiere, makin meyakinkan saya, bahwa hotel ini kece luar biasa. 

Ada beberapa fasilitas di Hotel ini seperti tempat fitnes, tempat spa, maupun sauna.


tempat spa jepara
lokasi spa

tempat sauna

Hotel Dseason Premiere Jepara memiliki beberapa tipe kamar, yaitu: businese room, executive room, junior suite serta d'Season Family Suite. Kamar yang paling jadi idola saya adalah kamar yang lokasinya di lantai dua, pas di tengah bangunan yang berbentuk U. Dari sini saya bisa dengan mudah memandang lepas ke pantai, maupun ke kolam renang. Cihui banget pokoknya.

Baca Juga




Lokasi d'Season Premiere Hotel sendiri cukup strategis. Hanya kisaran 10-15 menit dari Pantai Bandengan bila berjalan kaki. Sehingga hotel d’Season Jepara bisa dijadikan pilihan menginap saat mencari hotel yang dekat Pantai Bandengan.


kamar dseason hotel
Salah satu kamar dseason yang menghadap kolam


Berapa Tarif Menginap Di d'Season Hotel?

Apabila datang ke Jepara, Hotel d'season Premiere mungkin bisa menjadi rekomendasi. Saat kesana saya baru tahu bahwa Hotel ini rupanya juga memiliki beberapa cabang yakni di: Karimunjawa, serta Surabaya. Untuk tarif menginap di d'Season sendiri kisaran harga mulai 600.000 per malam. Tarif ini mungkin sedikit berbeda dengan ketika memesan menggunakan aplikasi-aplikasi traveling yang rata-rata harganya lebih murah.

Senja d d'Season Jepara



Hotel d’Season Jepara momen cantiknya semakin memancar saat mentari mulai kembali ke peraduan. Saya beruntung mendapat kamar yang langsung menghadap laut ketika kunjungan saya yang pertama. Dari kamar saya, pemandangan senja terlihat molek, hingga saya dan rekan sekamar saya enggan beranjak. Kami malas keluar kamar lantaran dari jendela yang seluruhnya terbuat dari kaca kami bisa melihat pemandangan itu dengan jelas. Yeah, kami berdua hanya duduk santai di kasur twin bed masing-masing, sembari membuka laptop menyelesaikan pekerjaan kami sendiri-sendiri. Sesekali disambi bertukar cerita, sesekali sembari melepaar pandang ke arah luar. Yeahh

“tak ada yang bisa mengkhianati indahnya senja”
Alamat D'season Jepara:
Jl. Pariwisata No.9, Bandengan, Kec. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59412
Telepon: (0291) 7519888





  • 4 Comments
Seringnya, kota Jepara lebih dikenal sebagai kota ukir, ataupun mebel. Namun sebenarnya, potensi Jepara tidak hanya tentang ke dua hal itu. Jepara, juga memiliki kerajinan khas lainnya, salah satunya adalah Kain Tenun Troso. Disebut Kain Tenun Troso, karena kain tenun di sini diproduksi di desa Troso. Sebuah desa yang berada di Kecamatan Pecangan Jepara.


Mendatangi desa Troso, kami mengunjungi sentra tenun Mulia Tunggal. Ruang produksi tenun Mulia Tunggal, berupa sebuah rumah bertembok batu bata tinggi. Berlantai semen, tanpa jendela, dengan beberapa lubang sirkulasi udara di bagian atas, dan lubang-lubang kaca tempat masuknya cahaya. Hawa panas terasa saat memasukinya. Alat-alat tenun Bukan Mesin berjajar nyaris memenuhi separuh ruangan di sebelah kiri. Beberapa pekerja terlihat sibuk menaik turunkan alat tenun sembari menyesuaikan tatanan motif.

tenun troso

Di sisi kanan, 3 orang ibu-ibu terlihat menggerakkan roda seperti memintal benang. 

“Niki namine malet, niki nyepul --ini namanya malet, ini nyepul--,” ujar salah satu ibu-ibu yang usianya terlihat paling senior dilanjutkan penjelasan tentang fungsi masing-masing.

Saya mengangguk-angguk saja mendengar penjelasannya meskipun saya tidak sepenuhnya mengerti, lantaran istilah-istilah tentang proses yang ia jelaskan adalah nama-nama asing yang baru hari itu saya dengar. 

Saya baru agak paham, ketika Pak Nur bercerita ulang tentang proses pembuatan kain Troso Jepara. Itupun, butuh waktu lama hingga saya bisa ngeh bahwa kain tenun troso terbuat dari 2 macam benang, yakni benang lungsi serta benang pakan. Benang lungsi nantinya akan digunakan sebagai benang yang posisinya membujur, sedangkan benang pakan akan digunakan dengan posisi melintang.

Benang pakan, dilakukan proses pemasangan ke dalam plangkan melalui proses yang disebut ngeteng. Setelah tertata dalam plangkan, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan. Namun sebelum diwarna, plangkan dipasang motif dan diikat tali plastik pada bagian motif-motif yang dikehendaki. Bagian-bagian yang ditali nantinya akan terlindung dari bahan pewarna saat pencelupan.

Usai diwarna, benang dijemur, dilepas ikatannya dan dilakukan pemintalan lewat proses yag disebut malet. Selanjutnya benang siap dipakai untuk menenun bersama benang lungsi yang sudah diproses juga. Proses penyiapan benang lungsi diwarna dulu, kemudian disepul. Yakni dipintal ke dalam alat sepulan. Selanjutnya dilakukan proses nyekir dimana benang dipendah ke alat BUM sehingga benang nantinya bisa dipasang di alat tenun.

tenun troso pembuatan
Proses Ngeteng

kerajinan troso ikat
Proses nyepul( perempuan tengah) dan malet (perempuan kiri)
Alat sekiran
benang diikat
benang yang sudah diikat


Proses tenun ikat memang terkesan ruwet. Maka wajar kalau tenun troso memiliki harga yang tidak murah. Kain tenun troso harganya mulai 75.000 hingga jutaan rupiah tergantung ukuran dan kualitas.


tenun troso kain


Dari cerita Pak Nur, pemasaran Tenun troso di tempat ini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, namun paling banyak Bali. Dari Bali, ada pula tenun troso yang dijual kembali ke luar negri. Menurutnya, kain tenun troso memiliki keunggulan dari sisi kecepatan produksi serta kemampuan produksi yang lebih banyak dibandingkan daerah lain. 


Baca Juga




Nah, selain main ke pantai kartini maupun Karimunjawa, jangan sampai terlewat untuk berburu kain tenun troso jika datang ke kota Jepara
  • 4 Comments
Nama Pantai Kartini tentunya tak asing lagi bagi banyak orang. Pantai satu ini sudah menjadi ikon terkenalnya kota Jepara. Ini kali ke tiga saya datang kemari. Pertama dulu, hanya ke dermaganya saja karna musti cepat-cepat berangkat ke Karimunjawa. Kali kedua, adalah ketika saya hendak ke Pulau Panjang. Dan kali ketiga, adalah beberapa minggu lalu barengan para mahasiswa asing, genpi, serta Dinpar Jateng. Lantas, apa saja sih yang bisa dilakukan kalau datang ke Pantai Kartini?

  • 5 Comments


“Kangen Karimunjawa”

Kalau hidup saya di hastag, maka kata itulah yang akan muncul saat ini. Bagi saya perjalanan kami ke sana 2014 lalu meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Pemandangannya, lautnya, pantainya, sunrisenya, snorklingnya, juga tragedi-tragedi pengusiran kami di sana. Semuanya menyisakan rindu yang tiada bertepi.
  • 8 Comments
Sukses dengan petualanganku bersama sepupuku beberapa waktu lalu ke Karimun Jawa, saya rasanya jadi begitu penasaran mendengar nama Pulau Panjang. Sama- sama berlokasi di seberang Jepara, dalam angan saya ini pulau pasti keindahannya tak jauh berbeda dengan Karimun.
Maka ketika liburan kemarin, saya memutuskan untuk menjadikan Pulau Panjang sebagai "The Next Destination"



Saya tidak begitu peduli dengan komentar teman saya yang sempat mengatakan bahwa pulau panjang itu tak begitu bagus. Menurut saya bagus dan tidaknya suatu tempat tergantung dari sudut mana kita memandang. Lagipula, bagi saya menuntaskan rasa penasaran dengan melihat dan merasakan sendiri sensasi tempat itu, memiliki nilai kepuasan yang jauh lebih besar.

  • 10 Comments
Rasanya sampai sekarangpun, aku dan sepupuku masih tidak percaya kami bisa benar-benar  sampai ke Karimun Jawa. Masalahnya, semua serba mendadak. Nyaris tanpa rencana. Begitu ide terlintas, semua langsung dieksekusi. Rencana yang cuma sehari, Alhamdulillah mampu mengantar kami tiba di Karimun Jawa dengan selamat. Backpaker modal ransel itu istilah bekennya. Tapi sebetulnya istilah yang paling tepat adalah berlibur ala gembel. Hehe.

Bermodal uang 300 ribu, yang akhirnya membengkak jadi 400 ribu per orang, kami sukses menginjakkan kaki di sana.

selamat datang karimun jawa
Gapura Karimun Jawa

  • 12 Comments
Older Posts Home

Translate

Where we are now

o

About me

a


Fubuki Aida

Suka mengamati manusia, mendengar dan mencari cerita

~~Blogger Wonogiri-Solo~~


Kalau ada usulan tulisan bisa kontak saya di IG ya. Link bisa klik ikon IG di bawah

Find Me

  • youtube
  • instagram
  • facebook

Follow Facebook

Followers

Featured Post

Plinteng Semar, Legenda Taman Kota Wonogiri

Banner spot

Postingan Terbaru

Loading...

Labels

airy rooms astra bakso bengawan solo blora boyolali bubur buku cara pembaatalan tiket cerita Cernak cheriatravel Cirebon coretan coworking space solo featured gunungkidul hotel hotel alana hotel solo hotel wonogiri info jalan-jalan jawatengah jawatimur jepang jepara jogja kafe wonogiri KAI kampung inggris pare karanganyar karimunjawa karst kediri kereta klaten kolamrenang komputer kopi kudus kuliner kulinersolo kulinerwonogiri Lampung Liang Teh Cap Panda Liputan6 lomba lombok madiun magelang mesastila Pantai Pulau Merak Rembang Review safi saloka park Semarang solo sponsored stasiun story sukoharjo tawangmangu tempat ngopi solo tempat-meeting-solo traveling waduk pidekso watucenik wonogiri yogyakarta

Popular Posts

  • Solo Pluffy, Oleh-oleh Solo Bernafas Cinta Jessica Mila
    Solo itu manis.  Manis tutur aksara, perangai,  unggah-ungguh warganya dan tentu saja manis ‘wajah orang-orangnya ^^ Solo itu kota yang man...
  • Agrowisata Amanah, Tempat Outbound Asyik di Karanganyar
    Ini suatu perjalanan ketika suatu hari, kawan-kawan saya sepakat buat dolan Perjalanan kali ini bukan ke gunung, hutan, ataupun laut. Perja...
  • 3 Kolam Renang Khusus Perempuan di Solo
    Berenang merupakan salah satu olah raga yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Ketika berenang, seluruh tubuh kita bergerak, secara otomat...
  • 5 Hotel Di Wonogiri Yang bisa Jadi Alternatifmu Menginap Di Kota Gaplek
    Membicarakan wisata, traveling dan semacamnya, memang tak bisa dilepaskan dari yang namanya hotel, dan kuliner. Karena blog saya beberapa t...
  • Review Novel Daniel Mahendra, “Perjalanan ke Atap Dunia”
                Sebetulnya buku ini sudah niat saya ambil dari rak buku Perpustakaan Ganesha sejak dulu-dulu. Tapi lantaran lagi sok sibuk, ci...

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top